Ekonomi pt.1

Hai ini kali pertama untuk aku menulis di blogspot, hanya mencoba untuk membuka hal hal yang baru, dan juga untuk menyalurkan apa yang ku pikirkan, seperti bocah memang, tapi siapa lah anda pembaca bagi ku di blogku sendiri.

untuk sekarang aku pingin mengeluarkan pemikiranku mengenai konsep tukar menukar atau dalam kata lain uang. karena saat ini gw memang lagi broke nga ada uang. jadinya, sempat kepikiran kenapa sih UUD (Ujung Ujungnya Duit), pajak butuh duit, makan butuh duit, transport butuh duit, dan lain sebagainya.

Padahal kan uang hanya kertas ya, secara fisik. Kenapa kesannya kok gw sendir sangat ingin mengejar benda mati itu. apa karena dengan uang kita memiliki kekuatan untuk mengubahnya menjadi benda lain, (iya kan, kita bisa membeli atau menukar uang kita dengan benda yang inginkan, kalau kedua belah pihak setuju ya). 

Gajian juga hanya hadir sebulan sekali ya, apakah aku akan bahagia dengan gajian sehari sekali itu, bukan, itu hanya frasa yang hanya lewat.

Bagaiamana jika setiap lulusan sarjana diharuskan untuk berwirausaha dan menjual hasil karyanya keluar negri, sehingga meraka bisa menarik uang dari luar negri kedalam negri. banyak sekali keuntungannya jiga hal tersebut dilakukan secara masal dan efektif, kita bisa meningkatkan jumlah uang yang berputar dalam negri dan menguatkan nilai mata uang indonesia kita, sehingga krisis mata uang rupiah bisa terhindarkan.

bukankah para pakar ekonom memsimplifikasikan perekonomian yang sehat dengan frasa, banyakin lah pemasukkan dan kurangilah pengeluaran, sehingga kita memiliki aset (meskipun itu uang kertas itu bukan aset yang bagus ya) setidaknya dalam jangka pendek kan bisa menambah jumlah uang yang berputar didalam negri.

Krisis rupiah ini juga semakin kurasakan dan diperparah dengan adanya judi online, dulu pas 2020 ke 2021 marak tuh adanya robot trading, sempet kemakan juga sih karna robot trading kemarin (krik) semua uang nasabah atau yang  ikut dalam skema robot trading ketarik keluar negri, sehingga pemain didalam negri Indonesia ini kekurangan nilai uang yang berputar sehingga nilai tukar rupiah menjadi tidak terlalu berharga, (iya kan rupiah keluar banyak tapi tidak diarengi dengan manfaat yang sejalan lurus nilainya), rupiah keluar banyak ehh kejadian itu tidak menimbulkan banyak kemajuan yang berarti.

rada gondok juga sama perputara judi online dan juga pinjaman online tuh, yang berafiliasi atau donatur peminjamnya malah dari luar negri, jadinya kalau para oeminjam itu marik uang nya ke luar negri indonesia secara barbar maka rupiah akan tidak ada harganya lagi, karena sangat mudah untuk mendapatkan rupiah. mungkin kalau dana judol dan pinjolnya nga lari keluar negri mungkin dikit gondoknya. bayangin aja dah, perputaran judol nya aja udah berapa T itu, tapi putarannya nga di dalam negri, malah keluar negri.

seperti sudah jadi jalan keluar umum lah untuk apa yah, kok jadi bingun mau ngetik apa. kalau menjaga cahflow keuangan mejadi positif terus, seperti kata waren buffet, investasi yang paling baik adalah ke perusahaan yang memiliki cashflow yang baik dimana pemasukan lebih banyak dari pada pengeluaran, meskipun untuk mendapatkan pemasukkan yang banyak diperlukan juga modal yang besar juga, dimana utang masuk disana, meskipun utang itu diperlukan untuk eksapnsi bisnis kalau hal tersebut bisa dimitigasi dengan baik, makan utang adalah jalan untuk mengekspansi bisni (malah diulan gblog). ya gitu sih.

aku nganggep seperti yang dipikarn para pakar ekonom kalau perokonomian negara yang sehat harus indikasinya juga cashflow negara yang baik. Belum termasuk fiskal dan juga apa metode ekonomi satunya, lupa bah,, memang sih aku terlalu memsimplifikasikan hal tersebut (hal tentang pemasukan dan pengeluaran bullshit itu). 

soalnya aku juga dimasa sangat memahami bagaimana menjaga agar uang ku, yang ku kumpulkan secara susah payah selama sebulan, tidak tergerus dengan inflasi dan juga pnurunan nilai mata uang rupiah yang selama ini kita gunakan sehari hari. 

bayangin selama setahun nilai mata uang rupiah bisa mengalami penurunan atau inflasi di level yang nyaris 15 persen!! (mboo e ancok) jadi misal indomi yang biasa 3000 bisa jadi tahun depan harganya 3000 + 15 persen (mohon itung sendiri lagi rada males untuk ngitungnya) tapi you must get what i mean, kita nih udah susah paah kerja selama sebulan buat dapat gaji, ga kita apa apain selama setahun nilainya berkurang ke -15 persen/12 (iya kan 15 setahun dibagi 12).

bagaimana cara kita untuk meningkatkan atau setidaknya mejaga nilai mata uang kita, (kita abaiakan dulu kebutuhan operasinall makan transport hiburan d kawan kawan bengeknya). Investasi? it s good way too, tapi ada yang bilang kalau investasi tuh,, next la itu aku rada panjang juga apa yang ku pikirin.

Disave dulu aja la, lagian siapa juga yang mau baca tulisan tanpa karakter bahasa yang baik dan benar ini wkwk. Ciao. BTW judul post tidak selalu mencerminkan isi postnya ya, harap maklum.. Ciao


Comments